Sedari kecil aku sudah terbiasa dididik untuk menyelesaikan apapun yang telah aku mulai. Setiap kalimat yang kutulis harus diakhiri dengan titik. Setiap kata yang kuucapkan harus diakhiri dengan perbuatan. Dan setiap janji yang kuikrarkan harus aku bayar dengan pembuktian. Semua pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Lelaki sejati pantang mengambil langkah seribu meskipun di hadapannya sebuah jurang melintang. Bangun jembatan atau terjun dan tumbuhkan sayapmu di perjalanan.
Dan malam ini, sebuah kata perpisahan mau tidak mau harus terucap. Sebagai konsekuensi awal dari jejak langkah di jalan yang kupilih. Entah saat ini adalah waktu yang tepat atau tidak untuk mengungkapkan satu kejujuran yang menyakitkan itu. Namun kepura-puraan hanya akan menjadi sebuah alternatif lain untuk menorehkan luka. Pada saatnya ia tersingkap justru akan meninggalkan bekas yang sulit untuk pulih.
Saat aku tidak bisa berjanji untuk memberikan cinta bahkan hanya untuk esok hari maka lebih baik perjumpaan-perjumpaan berikutnya disudahi. Tidak perlu berhitung ke belakang berapa Hari Jadi sudah dilewati. Biarlah matahari yang sudah diserapahi kita lipat. Lalu simpan rapi bersama tawa-tawa, tangis-tangis, riang-riang, dan malu-malu yang pernah membuat degup jantung kita beresonansi. Karena sekali lagi, aku tidak bisa kembali mencintaimu esok pagi.
Malam ini akan ada sebuah penyangkalan. Bahwa semua rona, rasa, airmata yang pernah kamu sodorkan tidaklah cukup. Bahwa percikan yang dibutuhkan untuk membakar lagi gelora asmara sudah menyerah terlebih dahulu. Membeku di ujung pintu. Entah kamu mungkin yang terlambat menyadari. Sudah sejak lama aku tidak lagi mencari ketenangan di tengah beningnya danau matamu.
Ini adalah perkara cinta, yang meski aku sendiri tidak terlalu mengerti, tapi rasanya aku berhak untuk mencari. Aku berhak mendapatkan makna dan rasa sebenarnya. Meskipun harus berjalan dengan terseok, berlari dan terantuk, ataupun melompat lalu terjun bebas terlebih dahulu. Karena itu aku menolak berjanji sehidup semati. Aku mau mencari bintangku, berpindah dari satu ke lain konstelasi. Belum tuntas jalanku menemukan yang dipuja-puja pujangga sebagai belahan hati.
Pada akhirnya lagu kita memang sudah mantap kusudahi. Hanya saja aku belum menemukan alasan yang tepat untuk digelontorkan di hadapanmu. Alasan tepat yang tentu saja hasil dibuat-buat. Bagaimana mungkin aku menjelaskan kepadamu tentang ketidakwarasanku mencintai wanita paruh baya?
Sinting. Edan. Gendheng. Memang! Lalu mau apa?
Sekali lagi, maaf atas apa yang akan kukatakan. Waktu berdetak, bumi berputar, dan cinta harus kukejar. Meski kamu tak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi, aku berharap hanya akan ada leleran air mata. Setelah itu kuhapus semua cinta. Yang ada di wajahmu, di bibirmu, di bayang matamu, di keping hatimu, semua yang pernah kusinggahi. Kemudian matahari baru akan kukirimkan esok paginya, tanpa nama. Semoga dunia kelammu tak berlangsung lama.
***
Roda dan kemudi meluncurkan aku sepanjang jalanan Surabaya malam yang terasa gerah. Gerah juga seperti pikiran-pikiran yang mendera kepala. Satu tikungan lagi menuju rumah perempuanku dan candle light dinner terakhir akan kupersembahkan spesial di malam ulang tahunnya ini.
(bersambung ke bagian 2)
::bacaaan sebelumnya: #1, #2, #3, #4
kesalahan bukan pada koneksi anda. tulisannya emang belom di-publish.
::UPDATE::
Silahkan dinikmati apa adanya. Maklum karya amatiran
Wouuuuuwwww DODOL……..
Simbok wes ngenteni critamu Mas……
weiiiiiii…iseng amat sih jadi orang???? gw udah telanjur deg2an, tau!
wah, parah ini….
oww…so he left this girl for risha?
dasar bodoh! maunya apa sih, si Bre ini??!!!
haibat….

_________
awas kalo ngga!
halaaaaah.. hoax ternyata
terlanjur dibuka juga
Jyaaannn….Semprul tenan…
ngabisin benwit aja..
*ansab*
wew … postingan ini dikelompokkan pada kategori cerita pendek, hehehehe
bisa jadi ini menjadi genre cerpen terpendek di dunia, mas, hehehehehehe
Singkat, padat dan mengesalkan
hohoho…
ada sinterklas datang!
*bunuh diri*
iya, selamat ulang tahun buat arimbi.
emang lo kenal, Dan?
wihihihihi…..
*blm bisa komen, lagi puas2in cekikikan
lha kok malah cekikikan ki piye?
saya ndak puas sama tulisan ini mbok. masih belom panas. kelamaan ndak nulis..
uhm…serius, Bre ninggalin arimbi??? wow….boleh boleeehhh…
jadi merenung setelah baca ini. laki2 harusnya memang punya sikap dan berani menetapkan pilihan sekalipun dengan resiko dianggap gila, ya?
keknya bre itu gila beneran deh, mbok
no komeng
komeng ndak ikutan..
Gahh..saia mbaca kisah-kisah sebelumna dolo. Ndak ngikutin dari awal, jadi ndak muden.
*menataf iri komeng-komeng diatas yang kekna uda fada muden semua*
jahhh…
hwagagagaga..kebanyakan tidur sih lo..
cuma roman picisan kok bro..
(bersambung ke bagian 2)
———————————-
beuh, bersambung…
*terpaksa pasang bivak nunggu bagian 2*
ndak nggelar sleeping bed sekalian?
terimakasih bwt kado-nya bre…oops arimbi teh bukan saya yaks?
lhoo..bre-nya belum nyampeee…satu tikungan lagiii…
*ngakak*
baca komeng-nya cK
Cool !!!
Btw .. Arimbi itu paruh baya ya?? hmm odiepus complex dunk hehehe
bukan Arimbi yang berumur paruh baya, bang. kalo ngikutin pasti tau yang dikerjar Bre itu perempuan berusia berapa, dan mungkin tau kenapa Bre jadi seperti itu..
udah pagi
*ngucek2 mata*
belum ada sambungannya tenyata
*seduh kopi dulu aaahhhh*
(sliping beg ilang, kedinginan menunggu pagi)
kedinginan?sapa suruh tidur di kampus?
@erander: Bre terkiwir2 sama Risha yang udah 42 taun, bini orang pulak, because she’s too hot! plus, si Bre memang gila beneran.
lanjut ke bagian 2, Dis. bagus kok…
bentar mbok, harus ada yang diriset dulu. kecil2an. hayah..
Nungguin lanjutan Simbok
mau menanggis tersedu-sedu tadinya, tapi ternyata bersambung… huuuuu.. menanggis ditunda dulu!
*nyeduh kopi, nungguin bagian 2*
silahkan tunggu di pojok..
jadi nangis baca tulisannya buat arimbi
dasar laki-laki bajingan
*kabur*
bajingan itu adalah kodrat seorang laki-laki..
Kenal donk bro, kan selingkuhan Jenar.
mhuahuahuahua…terus pacar resminya Jenar sapa? elo?
Lanjutiiiin!!! Ga sabar neh baca lanjutannya!
syabar..
saya nggak mau nyari laki yang kayak bre…
bener, chik.
mending sama gwjangan nyari yang kek gituBang, pesen bagian dua-nya
sarusatu. Gak pake lama ya…silahken tunggu di pojokan juga. ndak janji ndak akan lama..
*menjura dalam-dalam*


haibat
____________________
meski ini cerpen, aku sedikit yakin, mengaduk semua rasa kan bro? hohoho
rasain!
emang enak bikin cerpen?
____________________
wah di koment ada flirting juga yakz
tepatnya tiap hari gw harus berkhayal dan merasakan menjadi bre, bro..
komen flirting? mana? mana?
hohoho kejutan spesial di malam ulang tahun
kayaknya final chapternya bakal di protek nih. Hmm…….
endingnya masih luamaa..
Sodara2, hasil penyelidikan saya membuktikan bahwa Bre ada YUDIS sendiri!!
oh ya?!?
penyelidikan itu seringkali membutuhkan kedekatan yang cukup intim dengan obyek yang sedang diselidiki demi mendapatkan informasi yang akurat lho. kok gw belum ngerasain itu dengan kamu?
*dibunuh Jenderal*
eh, adalah maksudnya.. Bukan ada.
ngetik aja belum becus. dasar anak kecil!
.BRE= YUDIS????
tuh, sukurin! gantian elu yg dicurigai…..gyahahaha….
lha? Bre itu haibat loh, mbok. Saya bangga disamain sama Bre..
*dilempar kol busuk*
Ninggalin ceweknya yg sekarang demi untuk macarin istri orang??
Doh, Bre hebat banget euy..
*ngiri.com*
*toss*
Ninggalin Arimbi gak akan menghasilkan gatot kaca dong
masih banyak Arimbi-Arimbi yang laen, kang..
bagosss tulisannya…
cinta emang suka aneh, tapi mengasyikan…
lha ko bre jadi gitu sih…? kenapa berubah bre????
kekekekeke
mas, suka sama tante2?
*fast reading mode on
Akhirnya …… mengambil keputusan ..setelah kami di gantung hihihihihi
tunggu lanjutannya, ah..
menarik. apakah cinta tokoh aku nya tulus? atau gimana?
wuih… makin seru nih.
Mana? Si Bre kok ga sampe? Katanya tinggal satu tikungan..
mencintai wanita kok paruh nya aja
*geleng2 kepala..
eh…ditinggal yah?diputus?kejem amat..
Ninggalin Arimbi? memang itu keputusan masing2 pribadi yg patut dihargai. Tapi penyesalan datangnya selalu terlambat kan?? hehehe…
Kalau dlm dunia Triad, seorang pengkhianat tetaplah pengkhianat. Setelah selesai dimanfaatkan harus segera dibunuh kalo ga giliran kita yg akan dikhianati. hihihi…
** ga nyambung ya komennya, tapi kalau direnungkan sebenarnya nyambung. kalo masih ga ngerti tanya saya aja ah hahaha… **
*manggut2 trus geleng2*
*00t mode on*
wah, sort of great story…
*standing applause
Menemukan another inspired person dari venus to mars, sampai akhirnya terhantar kesini…
*me waiting for the next story… (Lam Kenal
)
[...] sebelumnya: #5, #6 Posted by tukangkopi Filed in cerita pendek, coffee [...]
[...] bacaan sebelumnya: #5 Possibly related posts: (automatically generated)BatasWarna hidupSatu per Satu Mereka TertipuKisah [...]
[...] #1: cerita kemarin #2: perempuan kedua #3: senja di atas kereta #4: kalah #5: selamat ulang tahun, arimbi. aku pergi #6: selamat ulang tahun, arimbi (flashback) #7: batas #8: [...]