Tingkah polah

Saya sedang senang mengingat ulah-ulah saya jaman dulu. Entah kenapa saya ini orangnya sering sekali membuat huru-hara dalam hidup saya alih-alih hidup lurus adem ayem. Salah satu ulah saya adalah seperti di bawah ini :

Saya dirikan pada tahun 2004, chickenfirst adalah sebuah perusahaan kecil penyedia daging ayam ke sejumlah kafe dan katering di kota Bandung. Berjalan selama dua tahun disambi kuliah sebelum akhirnya saya tutup pada awal tahun 2006 karena didera masalah. Sebuah pengalaman seru dimana hampir tiap hari saya bangun jam 3 pagi dan pergi ke pasar dimana operasional chickenfirst ini dijalankan.

Tidak terlalu senang menjadi bos yang hanya menyuruh ini itu ke pegawai, saya sering juga melayani pembelian ibu-ibu yang berbelanja di pasar. Tapi akhirnya saya berusaha untuk sebisa mungkin tidak melakukan tugas itu lagi karena saya sering tidak bisa menolak kalo ibu-ibu itu menawar dengan harga yang sangat rendah, minta bonus ini itu lagi. :lol:

Menjalani usaha ini membuat saya mengenal lebih banyak orang, dari pedagang pasar hingga menajer atau pemilik kafe atau katering dan pelaku-pelaku bisnis lain. Mengamati permasalahan yang beragam dari orang-orang dalam tingkat ekonomi yang berbeda. Belajar bernegoisasi dengan bemacam-macam orang dari tingkat pendidikan yang berbeda. Banyak ilmu yang tidak saya dapat dari bangku kuliah saya pelajari di dunia bisnis.

Ketika omzet chickenfirst pelan-pelan beranjak naik dan mulai mendapatkan kepercayaan yang baik di mata klien, saya sempat berencana membuat bisnis yang lain yaitu pengepul kertas bekas. Logonya bahkan sudah sempat saya siapkan (padahal sebenernya sih karena emang senang mendesain walaupun dengan kemampuan terbatas). :mrgreen:

Namun karena setelah dilakukan studi ditemukan banyak sekali hambatan, akhirnya saya memutuskan untuk fokus dahulu jadi tukang ayam. Hehe…

Sayangnya kuliah saya menjadi korban gara-gara terlalu asyik berbisnis. Banyak mata kuliah yang harus diulang dan Tugas Akhir saya terlantar. Masalah bertambah rumit ketika akhirnya chickenfirst dihempas sebuah badai besar yang mengakibatkan saya terpaksa menutup lembaran kisahnya. *halah*

Belum selesai dengan chickenfirst yang masih meninggalkan permasalahan yang harus diselesaikan, rupanya saya masih belum mau sadar dan kembali ke jalan yang benar sebagai mahasiswa. Akhirnya nasib membawa saya menjadi seorang tukang kopi di sebuah kafe, masih di kota yang sama, Bandung.

Beberapa bulan menjadi tukang kopi, naluri bisnis saya tergelitik kembali ketika teman mengajak kerjasama membuat sebuah bisnis spa. Saya tidak tau apa-apa tentang spa, tapi saya tau sedikit tentang manajemen. Bisnis spa yang digagas oleh temen perempuan saya ini adalah spa dan perawatan tubuh di rumah khusus untuk perempuan. Saya tidak mengurusi operasionalnya tentu saja. :P

Sudah sempat beroperasi selama beberapa bulan dengan logo seperti ini:

Namun akhirnya saya tinggalkan juga dan saya serahkan sepenuhnya kepada partner saya karena akhirnya Tuhan membuka mata dan hati saya untuk kembali ke kampus mengerjakan Tugas Akhir.

Tugas Akhir yang sudah saya ambil selama tiga semester saya gauli juga akhirnya. Kasihan, sudah lama dia menanti, tidak terjamah oleh saya. Bos warung kopi tempat saya memanjakan-mata-memandangi mahasiswi-mahasiswi-kinclong-yang-sering-mampir-untuk-berhotspot-ria pun memberikan dispensasi. Saya bisa diberi dispensasi karena pada saat itu sebenarnya status saya bukan sekedar tukang kopi lagi, melainkan sudah menjadi partner dari pemilik. Bagaimana bisa begitu? Ceritanya panjang.

Singkat kata, Tugas Akhir akhirnya bisa saya selesaikan dalam waktu singkat, tiga bulan saja. Padahal start dari nol, alias belum ada data apa-apa. Ternyata mengerjakan apa yang sering dianggap momok untuk mendapatkan gelar ST ini tidak ada apa-apanya. Sumpah, setelah saya selesai sidang TA, saya sempat menggumam, “Hah? Cuma segini aja buat lulus?” :mrgreen:

Setelah lulus itu akhirnya saya sadar akan sesuatu. Saya selalu setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu, tidak fokus. Makanya semua yang saya kerjakan tampaknya tidak menghasilkan apa-apa. Ketika saya mengorbankan salah satu, dalam hal ini bersedia untuk tidak memikirkan bisnis dan pekerjaan lain selain kuliah terlebih dahulu, maka saya bisa mencapai hasil yang lebih maksimal. Terbukti akhirnya saya bisa mengerjakan TA dengan lebih cepat dan setelah lulus alhamdulillah belum sempat menganggur walaupun kuliah harus diselesaikan selama 6 tahun. Setelah lulus terasa sebuah beban besar yang dulu selalu menggelayuti sekarang hilang, dan mata saya bisa lebih jernih melihat berbagai peluang.

Tentu saja itu hanya satu dari sekian banyak yang saya pelajari dalam hidup saya terutama selama lima tahun terakhir ini yang amat sangat berwarna sekali. Bukan hanya sekali saya terjatuh dalam lubang yang sama. Padahal seekor keledai saja tidak terjatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Tapi saya bukan keledai, dan manusia akan cenderung jatuh dalam masalah yang sama berkali-kali tetapi dengan bungkus yang berbeda.

Saya tidak takut untuk jatuh dan jatuh lagi, karena seperti kata Pak Mario Teguh, jatuh ke bawah adalah kesempatan untuk melentingkan diri lebih tinggi setelah menyentuh rasa sesal yang terdalam. Semoga saya bisa menjadi orang yang lebih baik. Amin

40 Responses

  1. cerita tukang ayamnya kok kayak nOvel KCB ya? itu loch yang bikin AAC, cuma bedanya dia tukang bakso.. :D

  2. salam sukses! hihihi
    berliku sekali sepertinya bro, eh ada ide lagi ngga? bikin bisnis apa gitu? :D

  3. Feeling saya sih .. Yudis bakalan bisa sukses .. mungkin ga sekarang, tapi lima tahun lagi .. bakal muncul nama mu di berbagai media tentang pengusaha yang sukses. Mungkin .. Yudis belum fokus aja. Masih mencari bentuk yang nyaman.

    But it’s ok .. selama masih ada kesempatan untuk ‘bereksperimen’ gpp .. pengalaman² tersebut dapat Yudis manfaatkan lagi ketika sudah berada pada jenis pekerjaan yang nyaman. Dan ingat .. rasa puas, justru lebih mematikan dari pada rasa tidak puas.

    Apapun tetap semangat ya Yud .. btw, mau dong dibikinin logo kaya’ yang diatas .. postingan ini kaya’nya sekalian pamer logo ya hehehe :mrgreen:

  4. trus next bisnis kamu gimana? jangan lupa nanti masukin saya ke waiting list ya.. :lol:

    btw logonya keren-keren tuh… ^^

  5. mungkin suatu hari nanti kita bisa jadi partner hihihihihi

  6. ckckckckck… usaha nya banyak.. ajarin bisnis donk

  7. Waaaaaaaaahhh………. Kreatif banget dirimu.

    Jadi malu. Dulu gw kuliah tinggal nodong ortu. Abisnya waktu itu emang diwanti-wanti buat konsen kuliah aja, ga usah ikut bisnis2an. Abis lulus baru mikir mo kerja apaan.

    Eh logo2 bikinan kamu kan bagus tuh Dis, kenapa gak jualan logo ajah?? Kan lumayan bisa jadi bisnis juga tuh

  8. Mari kita buka bisnis desain logo sesuai fengshui. Ente yg disain gw yg poles dari segi fengshuinya. hihihihi…

    Btw, ini ya biografi-nya Tukangkopi kita?? :lol:

  9. sama kaya saya…. gak fokus… :D

    ** berpikir untuk fokus **

  10. wahhh bisnis men nih :D
    salam kenal

  11. mas.. bikinin logo untuk toko buku dan kafe dooongggg.. mau bikin sejenis tobucil gitu.. tapi ga tau juga namanya apa.. ^minta ide nya yaaahhhh^ :mrgreen: kirim via imel ajahhhh.. tererengkyuuuuuuu…

  12. pengalaman yang menarik dan berharga mas yudis. hidup *halah sok tahu* memang seperti cakra manggilingan. kadang di atas, kadang di bawah. di situlah konon dinamikanya, hehehehe :lol: sukses buat mas yudis.

  13. inspiring…:)

  14. sepertinya lagi kurang semangat ya yud,
    ampe butuh rewind biar smangat lagi
    makanya jgn pleboi aja
    *ditabok*

  15. waaaahhh……maaauu dunk ikutan bikin usahaaaa….butuh partner lg ga???sy siaappp!!!! ;)

  16. Hahah… ini mah sempet jadi tugas akhir tiada akhir kali ya mas?? Btw salut deh sama mas dengan pengalaman2 berbisnis mas. Tertohok ey baca postingan mas ini.

  17. Hmmm… Jadi dulu dirimu punya blog tukangayam.wordpress.com yah?

    Hmmm… tampaknya dikau harus ganti blog lagi nih..
    tukangwanita.wordpress.com

    :mrgreen:

  18. bisnisman yang pintar menulis :)

  19. jd ke pulau seberangnya kapan dis? aku nunggu kabar baik loh siapa tahu ikutan diboyong. wuakakakkakaka

  20. @nana
    tukang ayam sama tukang bakso itu bedanya jauh, na…

    @goop
    ide? buanyak bro.. cuma belum bisa diaplikasikan.. :mrgreen:

    @erander
    tengkyu buat wejangannya, bang :D
    btw, mo buat logo apa? erander ?

    @cK
    my next business? masih digodok. doakan saja, chik.. :D

    @nana (lagi)
    bisa aja. kenapa enggak? mo bikin warung kopi di bali? :D

    @ulan
    ajarin bisnis? wuahh..banyak yang lebih expert dari gw. lagian gw belum ada yang berhasil.
    sebenernya intinya sih “just do it”, jgn kebanyakan mikir… :D

    @emyou
    sebenernya sama dengan ortu gw. nggak boleh bisnis2an, kuliah dulu yang bener. tapi masalahnya gw bukan anak penurut euy.. :mrgreen:
    jualan logo? waduh, belum kepikiran. gak ada background desain sama sekali soale. tapi entah nanti kalo emang ada peluang.

    @CY
    emang logo ada feng shui-nya juga ya? coba donk bahas contohnya di blog lo. hehe…

    @suprie
    yuk mari… :D

    @Gelandangan
    sayangnya sekarang saya lagi jadi buruh, bro..

    @ratutebu
    OK, ntar gw imel deh. tapi mungkin ntar kalo bisa bantu jadinya agak lama… :D

    @Sawali Tuhusetya
    iya pak. masalah itu ada karena kita hidup kan?

    @ladybugfreak
    hati2 tersesat dengan kata2 gw loh.. :twisted:

    @Jendral Bayut™
    kurang semangat? mungkin iya. gw lagi gak semangat jalan sama cewe yang beda2 terus

    @theloebizz
    untuk sekarang si gw lagi ngerasain jadi buruh dulu. tapi suatu saat pasti balik lagi ke bisnis. mudah2an ada jodoh jadi partner.. :D

    @Cynthinks
    lho kenapa tertohok? btw, lo seangkatan sama Tri Tamado, donk? TL ‘02

    @Nazieb
    *buang Nazieb ke laut selatan*

    @kw
    sepertinya kurang tepat. untuk kondisi sekarang sepertinya lebih tepat disebut sebagai “buruh yang pinter menulis mesum dan menggombal”… :twisted:

  21. @aprikot
    doakan saja, git.hehehe…

  22. Amieennn… semoga bisa fokus, bangkit dan suksess…

  23. loh jadi tukang ayamnya koq enggak diteruskan sih

  24. Yoi mas, saya seangkatan sama si ADo. Siapa lagi? mo diabsen? ;-)

  25. aku suka logonya. lucu-lucu!

  26. hebat masih bisa lulus…biasanya malah nggak lulus lulus karena sibuk bisnis..
    Btw : Nggak buat bisnis pembuatan logo ?>

  27. @Rita
    Amin… :D

    @Anggara
    bangkrut mas… :mrgreen:

    @Cynthink
    enggak sih. dulu lumayan sering maen sama Ado. kalo ‘02 gak banyak yang kenal… :D

    @latree
    tengkyu, mbak :D

    @Iman Brotoseno
    lha karena saya rela ninggalin bisnis untuk sementara waktu itu mas makanya saya bisa lulus. habis lulus malah jadi buruh, ndak pa pa lah. mumpung masih muda semua dicobain.. :mrgreen:
    bisnis pembuatan logo? saya belum kepikiran karena belum pernah ketemu temen yang tau seluk beluk bisnis logo. kalo saya sendiri ndak ada background desain soale.. :D

  28. keren ceritanya…
    desain logonya juga lucu-lucu :D

  29. aihh pantes bahasannya lagi tentang seorang muda yg lagi coba bisnis toh :lol: salut euy!

    btw… saya masi buka lowongan jadi desainer grafis :mrgreen:

  30. ada lowongan teu euy? ajak-ajak atuh…. seniormuh yang ganteng ini pengangguran yeuuhhh

  31. “jatuh ke bawah adalah kesempatan untuk melentingkan diri lebih tinggi setelah menyentuh rasa sesal yang terdalam”. Saya suka dengan kata-kata itu. Susah fokus ya? sama! saya pun sampai saat ini masih mencari cara untuk bisa fokus hehehehe. Soalnya kelemahan yang satu ini membuat saya bisa melakukan banyak hal, tapi tidak ada satupun yang saya kuasai benar. Terimakasih sudah berbagi pengalaman ;)

  32. Saya jatuh hati sama logo-logonya….mau dong saya dibikinken. Eh.mesti kenalan dulu yaak? Perkenalken…:)

  33. AMIEN…

    mungkin yang salah adalah yang menganggap kedelai identik dengan bodoh padahal justru tidak…

  34. wawawaw…jagoan yaaa…
    banyak yang jadi bisnisannya…
    pengen bisa kayak gitu…
    gw mah kebanyakan mikirnya dan gak jalan-jalan…
    mohon petunjuk guru… m_ _m

  35. Hmm… anak teknik yang hobi bisnis. Oke juga.
    Kalo kata pepatah, never sit between two chairs.
    Jatoh bo.

  36. Keberaniyan situh buwat berbisnis sayah acungin jempol. Sedikit mirip sama sayah, tapi beda jawuh dalam berprinsip.

    Dari jaman SMA sayah udah males sekolah gara-gara sayah begetoo terpengaruh dengan Ken Arok nyang ndak sekolah tapi bisa jadi Raja….

    Akhirnya memang cerita kehidupan membawa sayah menjadi Orang Nyang Ndak Ada Kerjaan™ dan melentingkan sayah menjadi Imam Mdzab Bocor Alus

    ***tolong jangan ditiru….***

    :lol:

  37. logonya keren2 loh..
    simple minimalis nan manis..

    semangat pantang kapok yang keren boss..

    salut !!!

  38. Wah wiraswastawan berpengalaman ternyata nih… Dari belajar selama itu, akhirnya sudah berhasil temukan bisnis yang paling pas belum?

  39. hoh….???
    corporate identity-nya keren2. terima kasih. saya belajar banyak :mrgreen:

  40. pada intinya memang,

    saat kita masih kuliah mau dicampur adukan dengan bisnis akan susah sekali mas nya…

Leave a Reply