Kutemu jejakmu dalam dompet

June 9, 2008 - 33 Responses

Tidak ada maksud lain dari foto di atas. Hanya sebuah dompet warna coklat berbahan kulit jeruk yang setia membayari segala kebutuhan saya selama hampir tiga tahun terakhir ini. Dompet yang sudah hampir waktunya dipensiunkan karena seringkali kelebihan beban menampung kuitansi-kuitansi, slip-slip atm, dan kartu nama, bukannya uang. Memang kasihan sekali nasib dompet ini karena berjodoh dengan saya. Tapi sedikitpun belum terlintas di pikiran saya untuk menggantikannya dengan yang baru.

Sejarah awal mula dompet ini bisa mendampingi saya sebenarnya sudah tertimpa di bawah tumpukan file-file memori yang menggunung di dalam otak saya yang berdebu. Hidup berjalan begitu cepat selama tiga tahun terakhir ini, dan romantisme masa kuliah segera saja menjadi usang.

Read the rest of this entry »

kilas rindu di dalam kopaja

June 5, 2008 - 28 Responses

Melaju di atas kaleng kerupuk ini, neng
menjabani mulusnya aspal Jakarta
menghirup pagi yang berkarbonmonoksida
berbagi nasib seperti semut pekerja,
kok Akang ingat kamu

Bagaimana kabar cintamu ?
Apa masih bisa menunggu ?

Mau apa ?

June 4, 2008 - 24 Responses

Mau makan dimana siang ini ?
Mau kemana sepulang dari kantor ?
Mau pergi dengan siapa akhir pekan ini ?
Ada dimana saya 5 tahun dari sekarang ?

Taruhan?

June 4, 2008 - 14 Responses

Pagi ini saya membuka satu file dokumen saya di flash disk. File dokumen yang isinya adalah sebuah draft cerpen yang paragraf pembukanya sudah lama saya buat tapi belum selesai juga menjadi sebuah cerpen yang utuh sampai sekarang. Iseng-iseng saya melihat properti dari file ini, tertera tanggal pembuatan adalah 4 April 2008. Astaga, ternyata hari ini tulisan yang belum ber-ending itu sudah berusia dua bulan!

Read the rest of this entry »

Wedding ring

June 2, 2008 - 35 Responses

Jadi begini ceritanya, semalam terlintas satu hal di pikiran saya mengenai cincin kawin. Tiba-tiba saya lupa ato mungkin tidak pernah memperhatikan, cincin kawin itu dipasang di jari yang mana ya? Sembari memperhatikan jemari tangan saya menduga-duga, pantesnya cincin kawin itu disematkan dimana. Setelah cukup lama membayangkan jari mana yang pantas akhirnya saya dengan sok taunya memutuskan bahwa cincin kawin itu dipasangkan di jari tengah tangan kiri. :roll:

Read the rest of this entry »